Dubes RI untuk Kenya Mencari Investor Mitra Strategis Perdagangan

NASIONAL291 Dilihat

MOMBASA, channel-indonesia.com – Dubes RI untuk Kenya, Dr. Mohamad Hery Saripudin, didampingi Ibu Zulfah Nahdliyati Saripudin, beserta staf KBRI Nairobi mengunjungi Kenya Ports Authority (KPA) di Mombasa, kota pelabuhan terbesar di Afrika timur. (8/12/2020).

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Hery beserta rombongan diterima oleh General Manager, Corporate Services KPA, Edward Kamau.

“KPA merupakan pemain kunci dalam jalur perdagangan, tidak hanya ke Kenya, namun juga Afrika. Untuk itu kami memandang kemitraan yang baik antara KBRI Nairobi dengan KPA sangatlah strategis dalam upaya peningkatan hubungan ekonomi di antara kedua negara,” jelas Dubes Hery.

Edward menanggapi karena kondisi sebagian besar negara di Afrika timur adalah negara berkembang, sebagian besar pelayanan yang kami berikan adalah terkait impor. Total impor tahun 2019 tercatat 27,6 juta ton atau 80%, total ekspor tercatat 4,3 juta ton atau sekitar 12%, dan transshipment 2,5 juta ton atau sekitar 7,2%. Dari total impor tersebut, sekitar 70% masuk ke pasar Kenya dan sekitar 30% ke pasar negara sekitar Kenya, yakni Uganda, Rwanda, Burundi, Sudan Selatan, dan negara Afrika timur lainnya.

Pada tahun 2019, pelabuhan Mombasa melayani 1,4 juta kontainer. Angka ini masih separuh dari kapasitas maksimal pelabuhan yaitu sekitar 3 juta kontainer.

“Dalam mendorong efektivitas dan
efisiensi pelabuhan, kami sedang dalam proses modernisasi dan juga penambahan dermaga di pelabuhan Mombasa, serta perbaikan sistem informasi pelabuhan. Dengan penambahan dermaga dan pembaruan sistem administrasi, kami berharap agar pelabuhan Mombasa dapat mencapai kapasitas maksimalnya dan kami pun dapat memberikan pelayanan yang semakin lebih cepat kepada pengguna jasa pelabuhan kami,” tambah Edward.

Dalam diskusi ini juga dibahas mega proyek pemerintah Kenya, bersama dengan Ethiopia dan Sudan Selatan, yang biasa disebut sebagai LAPSSET (Lamu Port-South Sudan-Ethiopia-Transport) Corridor yang bernilai USD 25 milyar. Mega proyek ini terdiri dari tujuh proyek infrastruktur utama, yang terdiri dari pembangunan rel kereta api, jalan raya, pipa minyak, kabel serat optik, sejumlah bandara, pembangunan kota resor, dan kilang minyak, yang akan diawali dengan pembangunan pelabuhan dengan 32 dermaga di Lamu, Kenya.

“Hingga saat ini, baru 1 dermaga yang telah selesai dibangun. Kami merencanakan 2 dermaga lagi akan selesai dibangun pada bulan November 2021. Dalam mega proyek LAPSSET, kami banyak mendapat suntikan dana, di antaranya dari RRT dan Jepang, dan kami sangat terbuka bagi investor internasional yang ingin bergabung memberikan dukungan dalam mega proyek ini,” jelas Edward.

Menanggapi adanya peluang kerja sama dan investasi dalam pengembangan infrastruktur, khususnya pelabuhan lamu, Dubes Hery berjanji akan
mengkomunikasikan hal ini kepada pihak di Indonesia yang tertarik. (Luska)