Kodam XVII/Cenderawasih Bentuk Tim Investigasi Terkait Baku Tembak di Ilaga

NASIONAL424 Dilihat

PUNCAK,channel-indonesia.com-Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, akan berkoordinasi dengan Kapolda Papua untuk membentuk tim guna melakukan investigasi terkait baku tembak antara Satgas Gakkum Gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Kampung Olenki, Ilaga, Kab. Puncak pada Senin (17/9/2019).

Selain itu, Pangdam Cenderawasih juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya operasi pengejaran terhadap Kelompok Separatis Bersenjata OPM untuk menghindari jatuhnya korban di pihak masyarakat.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih  Letkol CPL Eko Daryanto saat dikonfirmasi oleh channel-indonesia.com melalui pesan singkatnya, Rabu (18/9/2019).

Namun demikian, sambil menunggu hasil investigasi, Mayjen TNI Herman Asaribab menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak berspekulasi dan terpengaruh informasi sepihak dari kelompok OPM.

Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban dan masyarakat Kp Olenki, Ilaga atas jatuhnya korban masyarakat sebagai dampak dari kontak tembak tersebut.

Kontak senjata antara aparat gabungan TNI/Polri dengan Kelompok Separatis Papua berawal dari Selasa (17/8/2019) dimana telah terjadi kontak tembak antara Satgas Gakkum gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) OPM dari kelompok Militer Murib di Kp Olenki, Ilaga, Kab. Puncak.

Kontak tembak terjadi ketika KSB mulai menembak secara sporadis ke arah tim gabungan yang sedang mendekat posisi kelompok tersebut di sebuah honai yang berada di dekat sungai.

Akibat tembakan balasan dari tim gabungan, kelompok KSB melarikan diri berpencar ke arah hutan sambil terus menembak secara sporadis (tidak terarah).

Setelah kontak tembak selesai ditemukan adanya 7 orang masyarakat yang dalam kondisi luka tembak. Tim gabungan bersama masyarakat lainnya selanjutnya melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Ilaga untuk menerima perawatan medis.

Tiga orang korban dari masyarakat dinyatakan meninggal dunia yakni Tekiman Wonda (L / 33 thn), Edison Mom ( L / remaja ) dan Rudi Mom ( L / balita). Sedangkan korban luka tembak yaitu Topina Mom ( P / 36 thn), Tabuni ( P / 37 thn ), Herina Kinal ( P / 32 thn ) dan Yefrina Mom ( P / 16 thn )

Menyoal kejadian tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih tidak henti-hentinya mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk menjaga kondusifitas demi tercapainya kedamaian di Tanah Papua.(Maliki)