Kasum TNI Tutup ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) Plus

HANKAM527 Dilihat

BOGOR,channel-indonesia.com– Kerja sama pertahanan yang dibentuk oleh negara anggota ASEAN Defence Minister Meeting (ADMM) Plus merefleksikan upaya strategis untuk membangun rasa saling percaya dan saling menghormati

Demikian amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto pada saat menutup ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) Plus Expert Working Group on Peacekeeping Operation (EWG on PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) Field Training Exercises (FTXs) Tahun 2019 bertempat di Auditorium PMPP TNI, Sentul Bogor, Jumat (20/9/2019).

Selanjutnya dikatakan bahwa Dari berbagai bidang kerja sama pertahanan yang telah dicanangkan, Peace Keeping Operation (PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) merupakan objek keterampilan yang sangat diperlukan dalam mendukung implementasi dari manajemen konflik dalam spektrum perdamaian dan keamanan.

“Kedua bidang ini memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain, khususnya dalam upaya meredam terjadinya konflik yang berkepanjangan serta untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh konflik yang terjadi”, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa latihan ADMM Plus yang dilaksanakan merupakan latihan terbesar yang pernah diselenggarakan oleh seluruh Angkatan Bersenjata negara-negara di ASEAN dan negara mitra wicara.

“Semoga hal-hal yang telah dilatihkan dapat memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh para peserta latihan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada rekan-rekan di negara masing-masing”, katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI berharap bahwa latihan gabungan yang dilaksanakan oleh Indonesia, Australia, Rusia dan Laos tersebut dapat menjadi cerminan komitmen negara-negara di kawasan untuk meningkatkan kerja sama antar negara guna mencapai tujuan bersama, membangun saling percaya dan tercapainya kesetaraan, sehingga kemudian mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Kegiatan latihan bersama di bidang Peace Keeping Operation (PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) tersebuty dilaksanakan mulai tanggal 14 September 2019 dan diikuti oleh 52 orang Subject Matter Expert (SME), 14 instruktur, 67 orang observer, 227 orang peserta, 80 orang role player serta 271 orang pendukung latihan dari 18 negara.(Puspen TNI/munir)