Kunker Perdana Pangdam XVII, Bupati Puncak Sebut KSB Sudah Membaur ke Dalam Masyarakat Ilaga

HANKAM172 Dilihat

JAYAPURA –  Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribaab mengawali hari kerjanya dengan melakukan kunjungan kerjanya (Kunker) ke Wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Sabtu (21/9/2019).

Dalam kunker perdananya tersebut, Pangdam Asaribaab yang didampingi Irjen Pol Paulus Waterpauw, serta satuan-satuan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih di Wilayah Timika, disambut hangat oleh Bupati Puncak Willem Wandik, Ketua Adat/Suku, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh pemuda setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam Cenderawasih dan Irjen Pol Paulus Waterpauw melakukan dialog komunikasi langsung dengan Bupati PUncak dan perwakilan tokoh-tokoh yang hadir di Kantor Bupati. Saat pertemuan, Pangdam Herman Asaribaab dan Irjen Pol Paulus menerima banyak masukan dan saran terkait upaya-upaya menciptakan situasi damai dan aman di wilayah Papua khususnya di Ilaga Kab. Puncak.

Pangdam Asaribaab mengatakan dirinya bersama jajaran Kodam Cenderawasih akan terus menjaga serta membantu pengamanan situasi yang berada di Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih.

“Kami turun langsung ke wilayah membantu bersama Bapak Bupati, karena sesuai dengan UU posisi saya membantu pemerintah daerah dan Kepolisian, situasi yang terjadi di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan didalamnya yang punya wilayah adalah Bapak Bupati,” urai Pangdam.

Ditambahkannya, selain itu kedatangan dirinya juga terkait situasi kemarin ada insiden kontak tembak. Pihaknya melaksanakan pendekatan langsung dengan masyarakat agar tahu bagaimana kondisi sebenarnya.

Saat pertemuan tersebut, Bupati Puncak Wilem Wandik menjelaskan bahwa masyarakat Ilaga menginginkan sutau kedamaian, agar dapat beraktivitas dan berkehidupan bermasyarakat.

“Hari ini kita minta supaya keadaan daerah ini harus aman,” jelas Wilem Wandi.

Wilem berencana akan menyurati pimpinan pusat yang isinya sesuai dengan keinginan masyarakat yang meminta damai dan aman. Bupati Puncak inipun meminta agar  proses pengejaran kelompok bersenjata harus serius diselesaikan dengan cepat, karena mereka (KSB) saat ini telah berbaur di dalam masyarakat, dan sangat meresahkan.

Selain itu, lanjut Wilem, ulah KSB ini sangat berdampak langsung ke  masyarakat dan pembangunan, perlu catatan khusus bahwa daerah ini adalah program bapak Presiden jilid 2 untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Pegunungan Tengah.

” Oleh karena itu kami harus menjaga pembangunan jalan transpapua ini pada khususnya di Ilaga yang sebentar lagi akan terhubung.

” Oleh karena itu kami meminta Panglima TNI dan Kapolri mohon memberikan instruksi arahan-arahan pada pimpinan bawah agar masalah KSB di Ilaga ini selesai,” harap Bupati Puncak.

” Hari ini pertemuan tingkat tinggi di Papua, Bapak Pangdam, Bapak Waterpau mewakili Kapolri datang, kami sepakat minta masyarakat yang ada diluar yang belum ada kegiatan dijalan-jalan mari kita kembalikan, mulai hari ini, besok kami akan kumpulkan masyarakat disuatu tempat dan akan komunikasi, kembali ke kampung masing-masing dan melaksanakan ibadah seperti kegiatan biasa, tidak ada yang takut-takut lagi karena situasi sudah aman,” terang Bupati.

Dalam kesempatan yang sama Irjen Paulus  Waterpau menanggapi bahwa pihak TNI dan Polri akan selalu menjaga dan memberikan rasa aman terhadap masyarakat.

“Saya hanya berpikir begini bahwa kejadian itu kapan saja bisa terjadi, ada konflik-konflik pribadi juga kelompok-kelompok dan lain sebagainya tapi biar kita kembali pada posisi yang normal, mewakili Bapak Kapolri menyampaikan pesan kepada para tokoh masyarakat dan agama bantu pemerintah disini buat situasi kekeluargaan dan jaga perdamian,” tambah Waterpauw.

Acara dialog diakhiri dengan foto bersama Pangdam, Bupati, Irjen Pol Paulus berserta semua tokoh-tokoh yang hadir di Kantor Bupati Kabupaten Puncak. (Maliki)